Senangnya Melihat Perkembangan Kelas Bintang (KB A)

"Duh…., Senangnya Melihat Perkembangan anak-anak kelas Bintang (KB A) Sahabat kecil pre-school"

perkembangan anakSatu bulan tak terasa semester II telah berjalan, dalam waktu yang singkat ini anak-anak ternyata banyak mengalami perubahan yang sangat pesat. Setelah satu semester sebelumnya (I) kita banyak menghadapi anak-anak baru dengan tingkah polah, karakter dan segala problematikanya. Alhamdulillah pada semester ini apa yang kita terapkan (ajarkan) ke anak-anak sudah mulai terlihat. Meskipun tingkat perubahannya berbeda-beda namun semua mengarah yang positif sesuai target yang telah kita canangkan.

Beberapa anak yang awalnya masih cuek, pendiam, kurang pede dan susah beradaptasi serta takut di tanggal mamanya (Baby Sisternya) saat ini sudah dapat teratasi. Seperti Naiima ( 3 thn ) yang pada awalnya jarang sekali mau bercerita tentang kegiatannya selama libur,malah terkadang suka cuek apabila ada teman yang sedang bercerita. sekarang sudah sangat terbiasa (antusias) dengan bercerita, malah terkadang maunya selalu bercerita terus tanpa berhenti. Dan sekarang kalau berdo’a Naiima sudah sangat ok…mau membaca dengan suara yang lantang.

Begitu juga dengan Radya, sebelumnya frekuensi untuk bercerita terkadang sedikit sekali, ” Dya ” biasa dia di panggil. Sebelumnya Dya hanya senang mendengarkan teman-temannya bercerita, namn sekarang tidak lagi. Uniknya, Dya baru mau menceritakan tentang kegiatannya jika Dya sudah berkata ”Dya juga..........” dan selanjutnya baru deh Dya mau bercerita, tapi itupun harus segera di stimulus agar Dya bisa menggingat kegiatannya yang sudah lalu.

Lain halnya dengan Arra, Arra sekarang sudah sangat mudah untuk di arahkan, mengerti instruksi dengan sangat cepat dan tidak pernah ngambek lagi. Karena biasanya Arra kalau di tegur pada saat dia sedang melakukan hal-hal yang kurang baik menurut aku, biasanya Arra selalu cemberut dan ngambek deh. Tapi sekarang sudah tidak lagi, alhamdullilah mungkin arra sudah mengerti dengan hal yang baik dan tidak. Walaupun umurnya belum genap 3 tahun.

Begitu pun dengan Fabio, yang biasa di panggil Fafa. Fafa sekarang sudah sangat hebat, tidak nangis lagi bila berpisah dengan mbaknya. Karena biasanya kalau mau masuk kelas Fafa selalu menangis dulu minta sama mbak, ya...walaupun tidak selalu (kadang-kadang) sih. Namun pada saat semester II ini Fafa sudah sangat hebat (berbeda), lebih mudah dipisah dengan mbaknya, Fafa tidak minta kembali ke mbaknya meskipun mbaknya terlihat pada saat semua anak-anak sedang bermain outdoor, mungkin Fafa sudah merasa nyaman denganku ( bu Ida) dan guru yang lain juga teman-temannya di sekolah. Selain dari ke-4 anak murid ku (kelas bintang) yang sudah lama bermain dengan ku dan teman-teman di Sahabat Kecil pre-school, kami juga punya teman baru yang ganteng dan cantik, namanya Wafa dan Dysha. Wafa tipe anak yang takut dengan sesuatu yang kotor (agak fobia) sehingga setiap kali kami bermain air, pasir, ataupun hal-hal lain yang menurut wafa itu menjijikkan, pasti wafa tidak enggan. Padahal anak-anak lain sangat suka bila kami sedang bermain air ataupun pasir sedangkan wafa malah sebaliknya bahkan menyentuh kopi atau teh saja dia tidak mau... hehehehe....☺(lucu juga ya.. ) meski begitu aku selalu berusaha memberi pengertian agar Wafa tidak takut, karena kotor itu tidak masalah, karena di balik kotor itu pasti akan ilmu yang bisa Wafa peroleh. Dan aku selalu meyakinkan Wafa saat di sekolah bahwa Dia pasti bisa dan mampu, buktinya Wafa bisa sudah bisa ditinggal di sekolah sendiri (mandiri) tanpa didampingi mbaknya, padahalkan Wafa anak baru (masuk semester II) yang masih harus beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan sekolah.

Lain halnya dengan Dysha, Dysha tidak masalah dengan hal-hal kotor, Dysha selalu enjoy dalam bermain apa saja bersama teman-teman namun Ia masih harus di temani sama mama ataupun mbakya. Yaa....mungkin karena Dysha belum merasa nyaman denganku (adaptasi) juga teman-temannya sehingga masih perlu di temani dengan mama atau mbanya. Meskipun demikian Dysha anaknya sangat proraktif karena dia selalu menanyakan sesuatu (bayak hal) yang dia ingin tahu, mau bicara dan mau mengikuti kegiatan.

Sejauh ini menurut pengamatanku Dysha masih tahap wajar karena meski masih ditemani namun sudah ada nilai positif untuk mau mengikuti kegiatan dengan enjoy. Saat ini dysha hanaya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan tugasku untuk meyakinkan dysha agar berani dan lebih madiri. Belajar dari pengalamanku, Aku yakin Aku pasti bisa membuat Dysha merasa nyaman berada di antara kami tanpa mama atau mba, karena sebagian besar teman-temannya dulu juga seperti Dysha. Jika anak-anak yang lain bisa maka Dysha pun pasti bisa selama ada kerjasama dari orangtua dan dukungan dari sekolah.

Semua perubahan (perkembangan) positif yang terjadi pada semua anak-anak murid di kelas Bintang, aku yakin itu bukan atas kerja aku sendiri. Semua dapat berjalan dengan baik sesuai rencana tentunya karena izin dari Allah SWT , dukungan rekan-rekan sesama pndidik dan tentunya para orangtua yang selalu membimbing anak-anaknya agar menjadi anak yang lebih baik. Karena tanpa peran dan bantuan para orangtua yang begitu besar maka keberhasilan yang telah dicapai saat ini bisa jadi belum terwujud. Akhirnya sampai disini duku cerita singkat dariku tentang perkembangan positif yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada semua murid-muridku di kelas Bintang. Alhamdulillah aku ucapkan syukur kepada-NYA, semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi semua hamba-hambanya yang selalu ingin memberikan yang terbaik. ”Amin” ☺satu pesan ku....selalu berpikir positif .. Daaa....

”Penulis"
Ida – Guru Kls Bintang (085693929274)